• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pon, 10 Juni 2026
Waktu Sholat di

Ayyuhal Walad
15. Wahai Anakku! Kewajiban Salik yang Berjalan Menuju Allah SWT Ada Empat Hal

15. Wahai Anakku! Kewajiban Salik yang Berjalan Menuju Allah SWT Ada Empat Hal
Bagikan

:أَيُّهَا الْوَلَدُ، بَعْضُ مَسَائِلِكَ مِنْ هَذَا الْقَبِيلِ. وَأَمَّا الْبَعْضُ الَّذِي يَسْتَقِيمُ لَهُ الْجَوَابُ .  فَقَدْ ذَكَرْنَاهُ فِي إِحْيَاءِ الْعُلُومِ وَغَيْرِهِ، وَنَذْكُرُ هُنَا نُبَذًا مِنْهُ، وَنُشِيرُ إِلَيْهِ

Wahai anakku, sebagian pertanyaanmu termasuk dalam jenis ini (tidak membutuhkan penjelasan panjang). Adapun sebagian lain yang memungkinkan dijawab, sudah kami jelaskan dalam Ihya Ulumuddin dan kitab-kitab lainnya. Di sini, kami akan menyebutkan beberapa poin singkat dan memberi petunjuk tentang hal itu.

. فَأَوَّلُ سُؤَالِكَ: قَدْ سَأَلْتَنِي عَنِ السَّالِكِ مَا وَجَبَ عَلَيْهِ؟ فَنَقُولُ: قَدْ وَجَبَ عَلَى السَّالِكِ أَرْبَعَةُ أُمُورٍ

Pertanyaanmu pertama: Engkau bertanya kepadaku, Apa kewajiban seorang salik (penempuh jalan menuju Allah)? Maka kami jawab: Kewajiban seorang salik ada empat perkara:

 أَوَّلُ الْأَمْرِ: اعْتِقَادٌ صَحِيحٌ، لَا يَكُونُ فِيهِ بِدْعَة
وَالثَّانِي: تَوْبَةٌ نَصُوحٌ، لَا تَرْجِعُ بَعْدَهَا إِلَى الزَّلَّةِ
وَالثَّالِثُ: اسْتِرْضَاءُ الْخُصُومِ حَتَّى لَا يَبْقَى لِأَحَدٍ عَلَيْكَ حَقٌّ
وَالرَّابِعُ: تَحْصِيلُ عِلْمِ الشَّرِيعَةِ قَدْرَ مَا تُؤَدِّي بِهِ أَوَامِرَ اللهِ تَعَالَى، فَالزِّيَادَةُ عَلَى هَذَا الْقَدْرِ لَيْسَتْ بِوَاجِبَةٍ، ثُمَّ مِنْ عُلُومِ الْآخِرَةِ مَا يَكُونُ فِيهِ النَّجَاةُ (١)

  1. Keyakinan yang benar, yang tidak mengandung bid’ah.

  2. Taubat nasuha, yaitu taubat yang tidak kembali lagi kepada dosa sebelumnya.

  3. Mendapatkan keridhaan dari pihak yang pernah dizalimi, sehingga tidak ada lagi hak orang lain atas dirimu.

  4. Memperoleh ilmu syariat, sebanyak yang diperlukan untuk melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Pengetahuan melebihi kadar ini tidaklah wajib, kecuali ilmu akhirat yang mendatangkan keselamatan. (1)

حُكِيَ أَنَّ الشِّبْلِيَّ -رَحِمَهُ اللهُ- خَدَمَ أَرْبَعَ مِئَةِ أُسْتَاذٍ، وَقَالَ: قَرَأْتُ أَرْبَعَةَ آلَافِ حَدِيثٍ، ثُمَّ اخْتَرْتُ مِنْهَا حَدِيثًا وَاحِدًا، وَعَمِلْتُ بِهِ، وَخَلَّيْتُ مَا سِوَاهُ؛ لِأَنِّي تَأَمَّلْتُ، فَوَجَدْتُ خَلَاصِي وَنَجَاتِي فِيهِ. وَكَانَ عِلْمُ الْأَوَّلِينَ وَالْآخِرِينَ كُلُّهُ مُنْدَرِجًا فِيهِ، فَاكْتَفَيْتُ بِهِ

Diceritakan bahwa Syibli -rahimahullah- pernah melayani 400 guru. Ia berkata: Aku telah membaca 4.000 hadis, lalu aku memilih satu hadis dan mengamalkannya. Aku meninggalkan yang lain, karena aku memikirkan dan menemukan bahwa keselamatan dan keberhasilanku ada dalam hadis ini. Aku cukupkan dengan itu.

:وَذَلِكَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ لِبَعْضِ أَصْحَابِهِ

“اعْمَلْ لِدُنْيَاكَ بِقَدْرِ مَقَامِكَ فِيهَا، وَاعْمَلْ لِآخِرَتِكَ بِقَدْرِ بَقَائِكَ فِيهَا، وَاعْمَلْ لِلهِ بِقَدْرِ حَاجَتِكَ إِلَيْهِ، وَاعْمَلْ لِلنَّارِ بِقَدْرِ صَبْرِكَ عَلَيْهَا” (٢)

Semua ilmu dari orang-orang terdahulu maupun yang akan datang terkandung dalam hadis ini. Maka aku merasa cukup dengannya. Hadis tersebut adalah sabda Rasulullah ﷺ kepada salah seorang sahabatnya:

“Beramallah untuk duniamu sesuai kadar keberadaanmu di dalamnya. Beramallah untuk akhiratmu sesuai kadar lamanya engkau tinggal di sana. Beramallah untuk Allah sesuai kadar kebutuhanmu kepada-Nya. Dan beramallah untuk neraka sesuai kadar kesabaranmu atas siksaannya.”

Catatan:

  1. Kewajiban ini adalah syarat bagi salik yang menempuh jalan menuju kebenaran. Penulis -rahimahullah- akan menyebutkan kewajiban ini lebih lanjut setelah kisah Syibli dan Hatim Al-Asham.

  2. Kisah ini diriwayatkan oleh mufassir Ismail Haqqi dalam kitab Ruhul Bayan (36/8).

 

Sebelumnya14. Wahai Anakku! Beberapa Persoalan Tidak Dapat Dijawab Dengan Tulisan dan PerkataanSesudahnya16. Wahai Anakku! Hatim Al-Ashom ra. Belajar 30 Tahun, 8 Inti yang Diperolehnya
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *