BeritaKetetapan Allah dalam Membela Para Walinya || Ngaji Tafsir 7 Surat Ha Mim
Berbah, Sleman – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1446 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Berbah kembali menggelar pengajian rutin. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rais Syuriah MWC NU Berbah dan bertempat di Majelis Ya Badi’, Kampung Cangakan, Baran, Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY.
Pada pertemuan ke-4, kajian difokuskan pada Ketetapan Allah dalam Membela Para Walinya, dengan menelaah Surah Ghafir (40): Ayat 21-39.
Tipu Daya Orang Kafir dalam Kesesatan
Salah satu ayat yang dikupas dalam pengajian ini adalah Surah Ghafir Ayat 25, yang membahas bagaimana Fir’aun berusaha membinasakan Nabi Musa dan kaumnya.
Tafsir Imam Al-Qusyairi menjelaskan bagaimana upaya Fir’aun dan bala tentaranya berakhir dalam kegagalan:
عَزَمَ عَلَى إِهْلَاكِهِ وَإِهْلَاكِ قَوْمِهِ
“Fir’aun bertekad untuk membinasakan Musa dan membinasakan kaumnya.”
وَاسْتَعَانَ عَلَى ذَلِكَ بِجُنْدِهِ وَخَيْلِهِ وَرَجْلِهِ
“Ia meminta bantuan kepada pasukan tentaranya, pasukan berkudanya, dan pasukan pejalan kakinya untuk melaksanakan rencananya.”
Namun, sebagaimana yang telah Allah tetapkan dalam sunnah-Nya, tipu daya orang kafir akan selalu berakhir dalam kesesatan:
وَلَكِنْ كَانَ كَمَا قَالَ اللَّهُ: وَمَا كَيْدُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ
“Akan tetapi, semuanya terjadi sebagaimana yang Allah firmankan: ‘Dan tidaklah tipu daya orang-orang kafir itu melainkan dalam kesesatan.’”
Tafsir ini menegaskan bahwa siapa pun yang berusaha mencelakakan wali-wali Allah, justru dirinya sendirilah yang akan terjerumus ke dalam kebinasaan:
لِأَنَّهُ إِذَا حَفَرَ أَحَدٌ لِوَلِيٍّ مِنْ أَوْلِيَاءِ اللَّهِ تَعَالَى حُفْرَةً مَا وَقَعَ فِيهَا غَيْرُ حَافِرِهَا
“Karena sesungguhnya, jika seseorang menggali lubang untuk mencelakakan salah seorang wali Allah, maka tidak ada yang akan jatuh ke dalam lubang itu kecuali orang yang menggali sendiri.”
Demikianlah ketetapan Allah yang berlaku sepanjang masa:
… بِذَلِكَ أَجْرَى الْحَقُّ سُنَّتَهُ.
“Demikianlah Allah menetapkan sunnah-Nya (ketetapan-Nya yang berlaku sepanjang masa).”
Pelajaran dari Kajian
Dari pengajian ini, para jamaah mendapatkan pelajaran bahwa Allah senantiasa menjaga dan membela hamba-hamba-Nya yang beriman. Meskipun di dunia ini wali-wali Allah kerap menghadapi ujian dan ancaman dari orang-orang yang menentang kebenaran, pada akhirnya kebenaran akan menang, dan kebatilan akan binasa.
Kajian ini memberikan motivasi bagi umat Islam untuk selalu bertawakal kepada Allah, bersabar dalam menghadapi cobaan, serta tetap teguh dalam menjalankan perintah-Nya.
“Pengajian ini mengingatkan kita bahwa musuh-musuh Allah boleh saja merencanakan keburukan, tetapi pada akhirnya mereka sendiri yang akan hancur oleh tipu daya mereka sendiri,” ujar salah satu peserta kajian.
Dengan terselenggaranya Ngaji Tafsir 7 Surat Ha Mim, MWC NU Berbah berharap masyarakat semakin memahami ayat-ayat Al-Qur’an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Wallahu A’lam.
