• 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada Hari Sabtu, 21 Maret 2026
Sabtu Kliwon, 23 Mei 2026
Waktu Sholat di

BANOM Ansor
Wakil Ketua PC GP Ansor Sleman Tekankan PKD sebagai Gerbang Awal Kaderisasi Ideologis

Wakil Ketua PC GP Ansor Sleman Tekankan PKD sebagai Gerbang Awal Kaderisasi Ideologis
Bagikan

Berbah — H. Ahmad Ihsanuddin, Wakil Ketua Bidang Bisnis, Ekonomi, dan Pemberdayaan Masyarakat PC GP Ansor Kabupaten Sleman, menyampaikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Dirasah Ula PAC GP Ansor Kapanewon Berbah. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa PKD dan Dirasah Ula merupakan fondasi penting dalam proses kaderisasi Ansor yang berorientasi pada penguatan ideologi, akidah, dan komitmen perjuangan.

Pada awal sambutannya, H. Ahmad Ihsanuddin menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Tim Instruktur Cabang (TIC) PC GP Ansor Kabupaten Sleman, panitia pelaksana, serta seluruh peserta PKD dan Dirasah Ula. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan semangat khidmah dan kebersamaan dalam organisasi.

Ia menegaskan bahwa kehadiran peserta dalam PKD dan Dirasah Ula bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pilihan sadar. Tidak semua pemuda bersedia ditempa, siap dididik, dan sanggup menjalani proses kaderisasi. Karena itu, keikutsertaan dalam PKD dan Dirasah Ula merupakan tanda kesiapan untuk berkhidmah dan berjuang bersama Ansor serta Nahdlatul Ulama.

Lebih lanjut, H. Ahmad Ihsanuddin menekankan bahwa PKD dan Dirasah Ula bukan sekadar kegiatan formalitas untuk memperoleh sertifikat atau atribut organisasi. Kegiatan ini adalah gerbang awal kaderisasi ideologis, tempat meluruskan niat, menguatkan akidah Ahlussunnah wal Jama‘ah, serta menanamkan komitmen perjuangan. Setelah mengikuti PKD dan Dirasah Ula, peserta tidak lagi berdiri sebagai individu semata, tetapi menjadi bagian dari barisan kader Ansor yang memiliki tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan.

Ia juga menegaskan bahwa GP Ansor merupakan rumah besar perjuangan pemuda Nahdlatul Ulama, yang berdiri tegak menjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama‘ah an-Nahdliyah, setia kepada ulama, cinta tanah air, serta berkomitmen penuh menjaga NKRI berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Menjadi kader Ansor, menurutnya, berarti siap bersikap moderat dalam pandangan, tegas dalam prinsip, dan santun dalam perjuangan.

Dalam sambutannya, ia menyoroti Kapanewon Berbah sebagai wilayah yang kaya akan nilai kebersamaan, religiusitas, dan tradisi ke-NU-an yang kuat. Dari Berbah diharapkan lahir kader-kader Ansor yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual dan kokoh secara spiritual. Kader Ansor Berbah diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, hadir sebagai solusi, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga harmoni umat dan bangsa.

H. Ahmad Ihsanuddin juga mengingatkan bahwa kaderisasi merupakan proses panjang. PKD dan Dirasah Ula hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah menjaga keistiqamahan dalam berkhidmah, aktif dalam organisasi, dan siap ditempatkan di mana saja demi kepentingan jam’iyyah. Berjuang di Ansor bukan untuk mencari nama, jabatan, atau pujian, melainkan untuk membesarkan NU dan menjaga warisan perjuangan para ulama. Ia mengutip dawuh para masyayikh bahwa khidmah yang dilakukan dengan ikhlas, meskipun kecil, akan bernilai besar di sisi Allah SWT.

Sebagai penutup, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti PKD dan Dirasah Ula dengan sungguh-sungguh, menjaga disiplin, adab, dan kebersamaan. Ia berdoa agar dari kegiatan ini lahir kader-kader Ansor Berbah yang militan dalam perjuangan, santun dalam pergaulan, dan istiqamah dalam pengabdian.

SebelumnyaRais Syuriah MWC NU Berbah: Ikut Ansor–Banser Membawa Barokah Jika Mengarah pada Rahmatan lil ‘Alamin
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *