• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pon, 10 Juni 2026
Waktu Sholat di

Berita
Ngaji Ahad Pagi MWCNU Berbah: Alur Kisah Ikhtiar Husnul Khotimah

Ngaji Ahad Pagi MWCNU Berbah: Alur Kisah Ikhtiar Husnul Khotimah
Bagikan

Berbah, 9 November 2025 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Berbah kembali menggelar kegiatan rutin Ngaji Al-Qur’an: Tahsin, Tartil, dan Tafsir Al-Ibriz yang diselenggarakan di Sekretaria Bersama NU Berbah Kompleks Masjid As-Siraj, Pucung, Jogotirto, Berbah.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap Ahad pagi pukul 06.00–07.00 WIB, terbuka untuk semua kalangan — dari anak-anak, remaja, hingga dewasa — yang ingin memperindah bacaan dan memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an. Pada pertemuan kali ini, ayat yang dikaji adalah Surah Al-Baqarah ayat 94–96.

 

Setelah sesi tartil dan tahsin yang dipimpin oleh Kyai A. Mudlofir, kegiatan dilanjutkan dengan tafsir Al-Ibriz yang disampaikan oleh Rais Syuriah MWC NU Berbah.

Dalam penjelasannya, beliau menyoroti makna mendalam dari ayat ke-95, yang menceritakan bahwa Bani Israil tidak berani meminta mati karena hati mereka penuh dosa dan cinta dunia. “Orang yang hatinya belum damai, selalu takut kehilangan dunia. Padahal, bila hati sudah damai, ia akan siap mati kapan saja — meski tidak meminta mati,” terang beliau.

Lebih lanjut, Rais Syuriah menjelaskan bahwa ketenangan hati yang siap ‘dipanggil’ malaikat Izrail hanya akan tumbuh dari hati yang benar-benar ridha kepada Allah. Sebagaimana doa yang diajarkan Rasulullah:

“رَضِيتُ بِاللّٰهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا”
Rodhītu billāhi robbā, wa bil-islāmi dīnā, wa bi muhammadin nabiyyan wa rasūlā.
“Aku ridha Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi serta Rasulku.”

Untuk mencapai derajat keridhaan itu, beliau menambahkan, setiap penuntut ilmu harus senantiasa memohon kepada Allah:

“رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِي فَهْمًا”
Robbi zidnī ‘ilmā warzuqnī fahmā — “Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berilah aku pemahaman yang baik.”

Namun ilmu, menurut beliau, tidak akan menjadi cahaya bila tidak diamalkan dan ditafakkuri. Ketika ilmu dijalankan dan direnungkan, maka ia akan mengantarkan seseorang menjadi bagian dari “Ar-Rāsikhūna fil ‘Ilmi” — orang-orang yang kokoh dan mendalam ilmunya.

Dengan semangat Moco, Mahami, Ngelakoni, lan Ngerasakke makna Kitabullah, kegiatan ngaji rutin ini menjadi ruang pembinaan spiritual dan intelektual bagi jamaah NU Berbah dalam menapaki jalan ilmu dan ridha Ilahi.

Video Cuplikan

SebelumnyaRais Syuriah NU Berbah: Kekompakan Tumbuh Bila Ego Diri TerkendaliSesudahnyaAmbulans MWCNU Berbah Mendapat Nomor Berawalan 9
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *