BeritaPAPAYO Sekarsuli Sendangtirto Ikuti Ziarah ke Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar
Berbah — Dalam rangka mempererat ukhuwah dan meneladani perjuangan para ulama, Paguyuban Pangrukti Loyo (PAPAYO) Padukuhan Sekarsuli, Kalurahan Sendangtirto, Berbah turut serta dalam kegiatan ziarah bersama yang diselenggarakan oleh Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Sendangtirto, Ahad (13/10/2025).
Rombongan berangkat sejak dini hari dengan penuh semangat. Tujuan ziarah kali ini meliputi tiga tempat bersejarah: Tebuireng, Tambakberas, dan Denanyar yang dikenal sebagai pusat lahirnya para ulama besar dan pejuang Nahdlatul Ulama.
Ketua Tanfidziyah Ranting NU Sendangtirto, Bapak Masykur, dalam sambutannya sebelum keberangkatan menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga bentuk meneladani perjuangan para ulama yang telah mewariskan semangat keilmuan, keikhlasan, dan pengabdian kepada umat.
“Ziarah ini menjadi sarana tadabbur sejarah, agar kita tidak tercerabut dari akar perjuangan. Dari para wali dan kiai inilah kita belajar arti istiqamah dan pengorbanan,” ujarnya.
Sementara itu, Kyai Anhar Saifuddin, Rais Syuriah Ranting NU Sendangtirto, menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat tali silaturahmi antarwarga dan menumbuhkan kesadaran spiritual di tengah masyarakat.
“Kami senang bisa ikut bersama warga NU Sendangtirto. Ini bukan sekadar perjalanan, tapi juga pengingat bahwa kehidupan harus berpijak pada doa dan perjuangan,” ungkapnya.
Suasana khusyuk dan haru terasa ketika jamaah tiba di Makam KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahid Hasyim, dan KH. Abdurahman Wahid (Tebuireng), KH. Wahab Chasbullah (Tambakberas), dan KH. Bisri Samsuri. Mereka adalah tokoh-tokoh besar Nahdlatul Ulama.

Kegiatan ziarah ini sebagai simbol kebersamaan dan kekeluargaan dalam naungan barokah ulama. Menurut Ketua Tanfidziyah MWC NU Berbah, Kyai Eko Istiyantono, SE yang juga ikut dalam rombongan, bahwa ziarah ini sangat bermanfaat untuk mencintai ulama dan cinta tanah air.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar semangat hubbul ulama wa hubbul wathan (cinta ulama dan cinta tanah air) semakin hidup di hati warga NU,” katanya menegaskan.
Ziarah ini semoga menjadi ikhtiar dalam “Meneladani ulama, menyelami samudra hikmah di bawah langit keridhaan Ilahi.” Aamiin.
