BeritaRais Syuriah MWC NU Berbah Sampaikan Hakikat Kemusliman dalam Pengajian Ahad Pagi
Berbah, MWC NU Berbah — Rais Syuriah MWC NU Berbah menyampaikan materi tentang Hakikat Kemusliman dalam kegiatan Pengajian Rutin MWC NU Berbah Ahad Pagi bertajuk Ngaji Al-Qur’an: Tahsin, Tartil, dan Tafsir Al-Ibriz, yang dilaksanakan pada Ahad, 1 Februari 2026.
Dalam pengajian tersebut, beliau menegaskan bahwa hakikat seorang Muslim adalah ketundukan dan kepatuhan penuh kepada Allah SWT hingga akhir hayat. Seorang hamba tidak seharusnya bersandar pada amal ibadah semata, karena sikap demikian berpotensi melahirkan pola keberagamaan yang bersifat transaksional dan melemahkan makna kepasrahan sejati.
Menurut beliau, inti kemusliman justru terletak pada kesadaran sebagai hamba yang fakir di hadapan Allah, yakni mengakui ketiadaan daya dan upaya diri, sehingga mampu berserah diri secara total kepada kehendak-Nya. Dari kesadaran inilah lahir ketundukan yang tulus, bukan sekadar rutinitas ibadah lahiriah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa nilai-nilai Islam dan ketakwaan tidak berhenti pada ritual, tetapi harus tercermin dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam dunia kerja, sikap amanah, serta integritas dalam urusan harta dan keuangan. Ketaatan kepada perintah Allah dan kehati-hatian dalam menjauhi larangan-Nya menjadi tolok ukur nyata kualitas keimanan seseorang.
Rais Syuriah MWC NU Berbah juga mengingatkan bahwa tujuan akhir dari perjalanan seorang Muslim adalah menghadap Allah dalam keadaan berserah diri sepenuhnya, sebagaimana doa agar diwafatkan dalam kondisi husnul khatimah sebagai Muslim sejati.
Pengajian Ahad Pagi MWC NU Berbah ini menjadi ruang pembelajaran dan perenungan bersama bagi jamaah, agar mampu melampaui formalitas ibadah menuju penghayatan iman yang lebih mendalam dan menyeluruh dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut kutipan pengajian dalam bentuk video pendek:
