• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pon, 10 Juni 2026
Waktu Sholat di

LD-NU
Orang yang Bahagia Barokah || Ngaji Gus Mufid di Lailatul Ijtima’ MWC NU Berbah Januari 2025

Orang yang Bahagia Barokah || Ngaji Gus Mufid di Lailatul Ijtima' MWC NU Berbah Januari 2025
Bagikan

Berbah, 28 Januari 2025 – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Berbah kembali menggelar Lailatul Ijtima’, sebuah majelis ilmu yang menjadi ajang pembinaan spiritual bagi warga Nahdliyin dan musyawarah warga NU Berbah. Dalam kesempatan ini, Gus Mufid Baihaqi menyampaikan kajian penuh hikmah yang mengupas makna mendalam tentang keikhlasan, kesabaran, dan keringanan dalam menjalani kehidupan.

Dalam kajian tersebut, Gus Mufid mengutip perkataan Syaikh Abu Sulaiman Ad-Darani:
“Berbahagialah orang yang tidak melangkahkan kakinya kecuali kepada Allah SWT.”

Pernyataan ini sejalan dengan sabda Rasulullah SAW:
“Ikhlaskanlah perbuatanmu, maka yang sedikit pun darinya akan mencukupimu.”

Pesan ini mengajarkan bahwa keberkahan tidak terletak pada jumlah atau banyaknya amal, tetapi pada kualitas keikhlasan dalam beramal.

Seorang penyair juga pernah berkata:
“Wajib bertobat bagi manusia, namun meninggalkan dosa lebih wajib.
Sabar menghadapi musibah itu berat, namun kehilangan pahala lebih berat.
Perubahan dalam setiap zaman selalu aneh, namun manusia lupa bahwa dirinya lebih aneh.
Setiap yang akan datang itu dekat, namun maut lebih dekat dari segalanya.”

Ringankan Beban, Hindari Kecintaan Berlebihan pada Dunia

Dalam kesempatan yang sama, Gus Mufid mengutip hadis yang diriwayatkan dari Anas RA, tentang percakapan Rasulullah SAW dengan Abu Dzar Al-Ghifari RA. Dalam hadis tersebut, Rasulullah mengingatkan bahwa ada jalan terjal menuju kebahagiaan akhirat yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang meringankan beban duniawinya.

Ketika Abu Dzar ditanya oleh Rasulullah mengenai kepemilikan makanan, beliau menjawab bahwa ia memiliki persediaan hingga besok. Rasulullah kemudian bertanya kembali apakah ia memiliki makanan untuk lusa, dan Abu Dzar menjawab tidak. Rasulullah SAW lalu bersabda:
“Jika engkau telah memiliki makanan untuk tiga hari, maka engkau termasuk orang yang memberatkan beban hidupnya.”

Hadis ini memberikan pelajaran berharga bahwa seorang Muslim hendaknya tidak terlalu membebani dirinya dengan kecintaan berlebih pada dunia. Hidup sederhana dan cukup adalah bagian dari jalan menuju kebahagiaan sejati.

Bagi yang ingin menyimak kajian lengkap dalam bahasa Jawa Pegon, dapat mengakses rekaman melalui tautan berikut: Link Ngaji Lailatul Ijtima’ Gus Mufid Baihaqi.

Semoga nasihat yang disampaikan dalam majelis ini membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua. Wallahu A’lam.

SebelumnyaWho is Allah SWT in Islam? Do we truly know Him?SesudahnyaTafsir, Hikmah, dan Kisah Ayat Doa
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *