LD-NUPesan Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Ra. || Rekaman Ngaji Nashoihul Ibad
Berbah, Sleman – Pada Selasa malam Rabu Legi, 19 November 2024, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Berbah menggelar Lailatul Ijtima’ di rumah Bapak Budi Supriyanto, Dusun Dondong, Tegaltirto, Berbah.
Acara rutin ini diisi ngaji oleh oleh Gus Mufid Baihaqi dari Pondok Pesantren Sribit Sendangtirto, Berbah. Gus Mufid menyampaikan kajian kitab Nashoihul ‘Ibad. Dalam ceramahnya, Gus Mufid mengupas pesan-pesan Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari, salah satu sahabat yang dikenal dengan keteguhan imannya.
Pesan Rasulullah SAW ini memiliki makna mendalam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Rasulullah SAW bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ، جَدِّدِ السَّفِيْنَةَ فَإِنَّ اْلبَحْرَ عَمِيْقٌ، وَخُذِ الزَّادَ كَامِلاً فَإِنَّ السَّفَرَ بَعِيْدٌ، وَخَفِّفِ اْلحِمْلَ فَإِنَّ العَقَبَةُ كَئُوْدٌ، وَأَخْلِصِ اْلعَمَلَ فَإِنَّ النَاقَدَ بَصِيْرٌ
Artinya: “Wahai Abu Dzar, perbaharuilah kapalmu karena laut itu dalam; ambillah bekal yang cukup karena perjalanannya jauh; ringankan beban bawaan karena lereng bukit sulit dilalui, dan ikhlaslah beramal karena Allah Maha Teliti.”
Gus Mufid menjelaskan bahwa pesan ini memiliki empat dimensi penting dalam kehidupan:
- Memperbaharui Kapal – Sebagai simbol persiapan batin dan iman dalam menghadapi kehidupan yang penuh ujian. Laut yang dalam menggambarkan dunia yang penuh tantangan dan godaan.
- Membawa Bekal yang Cukup – Mengingatkan pentingnya menyiapkan amalan-amalan shalih untuk bekal di akhirat, karena perjalanan menuju akhirat sangat jauh dan memerlukan persiapan matang.
- Meringankan Beban – Menyiratkan perlunya mengurangi keterikatan terhadap duniawi dan dosa, karena perjalanan menuju Allah memerlukan hati yang ringan dan bersih.
- Ikhlas Beramal – Menegaskan pentingnya melakukan setiap amal dengan niat murni hanya untuk Allah, karena Allah Maha Teliti dalam menilai setiap amal perbuatan.
Pesan-pesan Rasulullah SAW ini, sebagaimana disampaikan oleh Gus Mufid Baihaqi, menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan hidup memerlukan persiapan matang, hati yang bersih, dan niat yang tulus. Sebagai umat Islam, pesan ini relevan untuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan di dunia menuju kebahagiaan di akhirat.
Rekaman video sebagai berikut:
