Ayyuhal Walad06. Wahai Anakku ! Sungguh Beruntung Jika Tujuanmu untuk Menghidupkan Syariat dan Menundukkan Jiwamu
ضَرُورَةُ تَحْرِيرِ النِّيَّةِ فِي طَلَبِ العِلْم
Kebutuhan untuk Mengklarifikasi Niat dalam Mencari Ilmu
!أَيُّهَا الْوَلَدُ
كَمْ مِنْ لَيَالٍ أَحْيَيْتَهَا بِتَكْرَارِ العِلْمِ وَمُطَالَعَةِ الكُتُبِ، وَحَرَّمْتَ عَلَى نَفْسِكَ النَّوْمَ، لَا أَعْلَمُ مَا كَانَ الْبَاعِثُ فِيهِ؟! إنْ كَانَ نِيَّتُكَ نَيْلَ عَرَضِ الدُّنْيَا، وَجَذْبَ حُطَامِهَا، وَتَحْصِيلَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ مَناصِبِهَا، وَالمُبَاهَاةَ عَلَى الْأَقْرَانِ وَالأَمْثَالِ.. فَوَيْلٌ لَكَ، ثُمَّ وَيْل
Wahai Anakku ! Betapa banyak malam yang telah kamu hidupkan dengan mengulang ilmu dan membaca buku-buku, dan kamu telah mengharamkan diri dari tidur, aku tidak tahu apa yang menjadi motif di baliknya?!
Jika niatmu hanya untuk mendapatkan keuntungan dunia, menarik harta duniawi, dan memposisikan dunia di atas akhirat dengan kebanggaan terhadap posisi-posisi dunia dan untuk membanggakan diri atas teman-teman dan yang sejenis… Maka celakalah bagimu, kemudian celakalah!
وَإنْ كَانَ قَصْدُكَ فِيهِ إِحْيَاءَ شَرِيعَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتَهْذِيبَ أَخْلَاقِكَ، وَكَسْرَ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوءِ.. فَطُوبَى لَكَ
ثُمَّ طُوبَى لَكَ
Dan jika tujuanmu adalah untuk menghidupkan syariat Nabi صلى الله عليه وسلم, memperbaiki akhlakmu, dan menundukkan jiwa yang selalu mendorong kepada keburukan… Maka beruntunglah kamu, kemudian beruntunglah kamu!
(*) : وَلَقَدْ صَدَقَ مَنْ قَالَ
سَهَرُ الْعُيُونِ لِغَيْرِ وَجْهِكَ ضَائِعٌ *** وَبُكَاؤُهُنَّ لِغَيْرِ فَقْدِكَ بَاطِلُ
Dan sungguh telah benar orang yang mengatakan:
“Begadang mata untuk selain wajah-Mu sia-sia dan tangisan mereka untuk selain kehilangan-Mu adalah batil.”
—
أَوْرَدَ الْبَيْتَ فِي ((الضُّوءِ اللَّامِعِ)) (٣٢/٨)، وَ((الكَشْكُولِ)) (٢/ ١٨٥ (وَعَزَاهُ بَعْضُهُمْ لِخَالِدِ بِنْ يَزِيدَ الْبَغْدَادِيِّ الْكَاتِب (*)
