• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pon, 10 Juni 2026
Waktu Sholat di

Ayyuhal Walad
07. Wahai Anakku! Ingat Pertanyaan Pertama Saat Manusia Dikuburkan

07. Wahai Anakku! Ingat Pertanyaan Pertama Saat Manusia Dikuburkan
Bagikan

أَيُّهَا الْوَلَدُ، عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَنْ شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقُهُ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ

Wahai anakku, hiduplah sesukamu, karena sesungguhnya kamu akan mati. Cintailah siapa yang kamu kehendaki, karena kamu pasti akan berpisah dengannya. Dan lakukan apa yang kamu mau, karena kamu akan dibalas atas apa yang telah kamu lakukan.

أَيُّهَا الْوَلَدُ، أَيُّ شَيْءٍ حَاصِلُكَ مِنْ تَحْصِيلِ عِلْمِ الْكَلَامِ وَالْخِلَافِ؟ مَا فَائِدَةُ الْعِلْمِ مِنْ غَيْرِ عَمَلٍ؟ وَمَا نَفْعُكَ فِي عِلْمِ الطِّبِّ وَالدَّوَاوِينِ وَالْأَشْعَارِ وَالنُّجُومِ وَالْعَرُوضِ وَالنَّحْوِ وَالتَّصْرِيفِ غَيْرَ تَضْيِيعِ الْعُمُرِ؟!

Wahai anakku, apa yang kamu peroleh dari mempelajari ilmu kalam dan perdebatan? Apa manfaat ilmu tanpa amal? Apa gunanya bagimu ilmu kedokteran, sastra, syair, ilmu perbintangan, ilmu arudh (ilmu tentang wazan atau timbangan syair), ilmu nahwu, dan ilmu tashrif, selain hanya membuang-buang usia?

بِجَلَالِ ذِي الْجَلَالِ، إِنِّي رَأَيْتُ فِي إِنْجِيلِ عِيسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنَّهُ قَالَ: مِنْ سَاعَةِ أَنْ يُوضَعَ الْمَيِّتُ عَلَى الْجِنَازَةِ إِلَى أَنْ يُوضَعَ عَلَى شَفِيرِ الْقَبْرِ يُسْأَلُ اللهُ تَعَالَى بِعَظَمَتِهِ مِنْهُ أَرْبَعِينَ سُؤَالًا،

Demi keagungan Yang Maha Agung, aku telah membaca dalam Injil Isa alaihissalam bahwa ia berkata: Dari saat jenazah diletakkan di atas keranda hingga saat diletakkan di tepi kubur, Allah Ta’ala dengan keagungan-Nya akan bertanya kepada mayit itu empat puluh pertanyaan. 

أَوَّلُهَا أَنْ يَقُولَ اللهُ تَعَالَى: عَبْدِي، طَهَّرْتَ مَنْظَرَ الْخَلْقِ سِنِينَ، وَمَا طَهَّرْتَ مَنْظَرِي سَاعَةً. مُرَاقَبَةُ اللهِ قَبْلَ مُرَاقَبَةِ الْخَلْقِ، وَكُلَّ يَوْمٍ نَنْظُرُ فِي قَلْبِكَ. يَقُولُ اللهُ تَعَالَى: مَا تَصْنَعُ بِغَيْرِي وَأَنْتَ مُحَفُوفٌ بِخَيْرِي؟! أَمَا أَنْتَ أَصَمُّ لَا تَسْمَعُ؟

Pertanyaan pertama adalah: “Wahai hamba-Ku, engkau telah membersihkan pandangan manusia selama bertahun-tahun, namun engkau tidak pernah membersihkan pandangan-Ku terhadapmu meskipun sesaat. Bertakwalah kepada Allah sebelum bertakwa kepada manusia, dan setiap hari Kami melihat hatimu.”

Allah Ta’ala berfirman: “Apa yang hendak kamu lakukan dengan selain-Ku, sedangkan engkau dikelilingi oleh kebaikan-Ku? Apakah kamu tuli hingga tidak mendengar?”

Sebelumnya06. Wahai Anakku ! Sungguh Beruntung Jika Tujuanmu untuk Menghidupkan Syariat dan Menundukkan JiwamuSesudahnya08. Wahai Anakku! Ilmu dan Amal itu Saling Bergandengan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *