Ayyuhal Walad10. Wahai Anakku! Banyak Tidur adalah Tanda Kebangkrutan
لَوْ كَانَ الْعِلْمُ الْمُجَرَّدُ كَافِيًا لَكَ، وَلَا تَحْتَاجُ إِلَى عَمَلٍ سِوَاهُ، لَكَانَ نِدَاءُ اللهِ تَعَالَى: “هَلْ مِنْ سَائِلٍ؟ هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ؟ هَلْ مِنْ تَائِبٍ؟” ضَائِعًا بِلَا فَائِدَةٍ (1.
Jika ilmu saja sudah mencukupi bagimu, dan engkau tidak membutuhkan amal, maka seruan Allah: “Apakah ada yang meminta? Apakah ada yang memohon ampun? Apakah ada yang bertaubat?” akan menjadi sia-sia tanpa manfaat. (1)
وَرُوِيَ أَنَّ جَمَاعَةً مِنَ الصَّحَابَةِ رَضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ ذَكَرُوا عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ عِنْدَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: “نِعْمَ الرَّجُلُ هُوَ لَوْ كَانَ يُصَلِّي بِاللَّيْلِ” (2).
Diriwayatkan bahwa sekelompok sahabat menyebutkan tentang Abdullah bin Umar di hadapan Rasulullah saw. Lalu beliau bersabda: “Sebaik-baik orang adalah Abdullah bin Umar jika dia shalat malam.”
وَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ لِرَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِهِ: “يَا فُلَانُ، لَا تُكْثِرِ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ، فَإِنَّ كَثْرَةَ النَّوْمِ بِاللَّيْلِ تَدَعُ صَاحِبَهُ فَقِيرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ” (3).
Dan beliau juga bersabda kepada salah seorang sahabatnya: “Wahai Fulan, janganlah terlalu banyak tidur di malam hari, karena terlalu banyak tidur di malam hari akan membuatmu miskin pada hari kiamat.”
—
Catatan:
- Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1145) dan Muslim (758) dari Abu Hurairah ra.
- Diriwayatkan oleh al-Bukhari (1152) dan Muslim (2478).
- Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya (189/6), dan Ibnu Rabi dalam At-Takhwif min an-Nar (hlm. 158).
