• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pon, 10 Juni 2026
Waktu Sholat di

Ayyuhal Walad
11. Wahai Anakku! Ada Tiga Jenis Suara Yang Disenangi Allah SWT

11. Wahai Anakku! Ada Tiga Jenis Suara Yang Disenangi Allah SWT
Bagikan

أَيُّهَا الْوَلَدُ

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ﴾: أَمْرٌ، ﴿وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ﴾ : وَقْتُ السَّحَرِ شُكْرٌ، ﴿وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ﴾: ذِكْرٌ. (١))

(وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ): Perintah untuk bertahajud, (وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ): Mengungkapkan rasa syukur pada waktu sahur, (وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ): Peringatan untuk berzikir. (1)

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: “ثَلَاثَةُ أَصْوَاتٍ يُحِبُّهَا اللهُ تَعَالَى: صَوْتُ الدِّيكِ، وَصَوْتُ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، وَصَوْتُ الْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ” (٢)

Nabi, semoga rahmat dan keselamatan tercurah atasnya, bersabda: “Ada tiga suara yang dicintai oleh Allah Ta’ala: suara ayam jantan, suara orang yang membaca Al-Qur’an, dan suara orang-orang yang beristighfar di waktu sahur.” (2)

قَالَ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ رَحِمَهُ اللهُ: “إِنَّ اللهَ تَعَالَى خَلَقَ رِيحًا تَهُبُّ وَقْتَ الْأَسْحَارِ، تَحْمِلُ الْأَذْكَارَ وَالِاسْتِغْفَارَ إِلَى الْمَلِكِ الْجَبَّارِ” (٣)

Sufyan Ats-Tsauri, rahimahullah, berkata: “Sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan angin yang bertiup di waktu sahur, membawa zikir dan istighfar kepada Raja Yang Maha Perkasa.” (3)

قَالَ أَيْضًا: “إِذَا كَانَ أَوَّلُ اللَّيْلِ، يُنَادِي مُنَادٍ مِنْ تَحْتِ الْعَرْشِ: أَلَا لِيَقُمْ الْعَابِدُونَ، فَيَقُومُونَ وَيُصَلُّونَ مَا شَاءَ اللهُ. ثُمَّ يُنَادِي مُنَادٍ فِي شَطْرِ اللَّيْلِ: أَلَا لِيَقُمْ الْقَانِتُونَ، فَيَقُومُونَ مَرَاتِبَ قُوَّامِ اللَّيْلِ وَيُصَلُّونَ إِلَى السَّحَرِ. فَإِذَا كَانَ السَّحَرُ، يُنَادِي مُنَادٍ: أَلَا لِيَقُمْ الْمُسْتَغْفِرُونَ، فَيَقُومُونَ وَيَسْتَغْفِرُونَ. فَإِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ، نَادَى مُنَادٍ: أَلَا لِيَقُمْ الْغَافِلُونَ، فَيَقُومُونَ مِنْ فُرُشِهِمْ كَالْمَوْتَى نُشِرُوا مِنْ قُبُورِهِمْ” (٤))

Ia juga berkata: “Ketika awal malam, terdengar seruan dari bawah Arsy: ‘Hendaklah orang-orang yang beribadah bangkit,’ maka mereka pun bangkit dan melaksanakan shalat sesuai kehendak Allah. Kemudian, di pertengahan malam, terdengar seruan lain: ‘Hendaklah orang-orang yang khusyuk berdiri,’ maka mereka pun bangkit dan melaksanakan shalat hingga waktu sahur. Saat tiba waktu sahur, terdengar lagi seruan: ‘Hendaklah orang-orang yang beristighfar bangkit,’ maka mereka pun bangkit dan beristighfar. Ketika fajar terbit, terdengar seruan: ‘Bangunlah, wahai orang-orang yang lalai,’ lalu mereka pun bangkit dari tempat tidur mereka seperti orang-orang mati yang dibangkitkan dari kubur mereka.” (4)

1) Orang yang beramal dan yang tidak beramal tidaklah sama; sebab jika mereka sama, tentu Allah Ta’ala tidak akan memuji serta menyebut hamba-hamba-Nya yang bertahajud di malam hari dan beristighfar di waktu sahur di dalam kitab-Nya yang mulia. Lihat ((Ayyuhal Akh)) (hal. 31).

2) Hadis ini diriwayatkan oleh Ad-Dailami dalam kitabnya ((Al-Firdaws)) (no. 2538) dan oleh Ats-Tsa’labi dalam ((Tafsir)) (30/3) dari Sayyidah Ummu Sa’ad binti Zaid bin Tsabit, radhiyallahu ‘anhuma.

3) Disebutkan oleh Ats-Tsa’labi dalam ((Tafsir)) (31/3), diriwayatkan pula oleh Abu Abdurrahman As-Sulami dalam ((Thabaqat As-Shufiyah)) (hal. 373) dan oleh Ibn Asakir dalam ((Tarikh Dimasyq)) (54/252) dari perkataan Abu Bakar Muhammad bin Ali Al-Kattani.

4) Diriwayatkan oleh Ibn Abi Dunya dalam ((At-Tahajjud wa Qiyamul Lail)) (no. 310) dan oleh Ad-Dainuri dalam ((Al-Mujalasah wa Jawahirul ‘Ilm)) (hal. 403) dari Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah.

 

 

Sebelumnya10. Wahai Anakku! Banyak Tidur adalah Tanda KebangkrutanSesudahnya12. Wahai Anakku! Air Mata adalah Tanda Cinta
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *