• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Rabu Pahing, 02 September 2026
Waktu Sholat di

Ayyuhal Walad
12. Wahai Anakku! Air Mata adalah Tanda Cinta

12. Wahai Anakku! Air Mata adalah Tanda Cinta
Bagikan

أَيُّهَا الْوَلَدُ، رُئِيَ فِي وَصَايَا لُقْمَانَ الْحَكِيمِ لِابْنِهِ أَنَّهُ قَالَ: **يَا بُنَيَّ، لَا يَكُونَنَّ الدِّيكُ أَكْيَسَ مِنْكَ، يُنَادِي بِالْأَسْحَارِ وَأَنْتَ نَائِمٌ (١)

Wahai Anakku,
Diriwayatkan dalam nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya bahwa ia berkata:
“Wahai anakku, janganlah sampai ayam jantan lebih cerdas darimu; ia berkokok di waktu sahur sedangkan engkau tertidur.” (1)

وَلَقَدْ أَحْسَنَ مَنْ قَالَ(٢)

لَقَدْ هَتَفَتْ فِي جُنْحِ لَيْلٍ حَمَامَةٌ  * عَلَى فَنَنٍ وَهْنًا وَإِنِّي لَنَائِمُ

كَذَبْتُ وَبَيْتِ اللهِ لَوْ كُنْتُ عَاشِقًا * لَمَا سَبَقَتْنِي بِالْبُكَاءِ الْحَمَائِمُ

أَزْعُمُ أَنِّي هَائِمٌ ذُو صَبَابَةٍ  *  لِرَبِّي وَلَا أَبْكِي وَتَبْكِي الْبَهَائِمُ

[ من الطويل ]

Sungguh baik apa yang dikatakan oleh seseorang: (penyair) (2)

“Di tengah malam, seekor merpati bernyanyi di atas ranting dengan rintihan, sedangkan aku tertidur.
Demi Allah, aku berdusta, andai aku benar-benar mencintai-Nya, pasti tangisanku tidak akan kalah dari tangisan burung-burung.
Aku mengaku bahwa aku seorang pecinta yang merindu kepada Tuhanku, namun aku tidak menangis, sementara binatang pun menangis.”

[bahr Thawiil]

Catatan Kaki:

(1) Diriwayatkan oleh Abdul Razzaq dalam Al-Musannaf (19539), dan Al-Bayhaqi dalam Syu’ab al-Iman (5306).
(2) Syair ini berasal dari “Majnun Laila” dalam Diwan-nya (hlm. 238).

 

Sebelumnya11. Wahai Anakku! Ada Tiga Jenis Suara Yang Disenangi Allah SWTSesudahnya13. Wahai Anakku! Tidak Akan Hidup Hatimu dengan Cahaya Makrifat dan Dzikir Sampai Mati Nafsumu
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *