Ayyuhal Walad20. Imam Ghazali Memberi Nasehat, “Wahai Anakku! Begini Akhlak Sufi Sejati”
ثُمَّ اعْلَمْ: أَنَّ التَّصَوُّفَ لَهُ خَصْلَتَانِ: الِاسْتِقَامَةُ، وَالسُّكُونُ عَنِ الْخَلْقِ .فَمَنْ اسْتَقَامَ، وَأَحْسَنَ خُلُقَهُ مَعَ النَّاسِ، وَعَامَلَهُمْ بِالْحِلْمِ، فَهُوَ صُوفِيٌّ.
Kemudian ketahuilah bahwa tasawuf memiliki dua sifat utama: istiqamah (konsistensi dalam kebenaran) dan bersikap tenang terhadap makhluk. Barang siapa yang konsisten dalam menjalankan kebenaran, memperbaiki akhlaknya kepada manusia, dan memperlakukan mereka dengan penuh kesabaran, maka ia adalah seorang sufi sejati.
خصلتا التصوف
الِاسْتِقَامَةُ: هِيَ أَنْ تَفْدِيَ حَظَّ نَفْسِكَ لِنَفْسِكَ .وَحُسْنُ الْخُلُقِ مَعَ النَّاسِ: هُوَ أَلَّا تَحْمِلَ النَّاسَ عَلَى مُرَادِ نَفْسِكَ، بَلْ تَحْمِلُ نَفْسَكَ عَلَى مُرَادِهِمْ مَا لَمْ يُخَالِفُوا الشَّرْعَ.
Adapun dua sifat utama tasawuf:
- Istiqamah adalah mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kebaikan dirinya.
- Akhlak yang baik terhadap manusia adalah tidak memaksakan orang lain mengikuti keinginanmu, melainkan kamu menyesuaikan dirimu dengan keinginan mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.
معنى العبودية
ثُمَّ إِنَّكَ سَأَلْتَنِي عَنِ الْعُبُودِيَّةِ، وَهِيَ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ:
مُحَافَظَةُ أَمْرِ الشَّرْعِ.
الرِّضَاءُ بِالْقَضَاءِ وَالْقَدَرِ وَقِسْمَةِ اللهِ تَعَالَى.
تَرْكُ رِضَاءِ نَفْسِكَ فِي طَلَبِ رِضَاءِ اللهِ تَعَالَى.
Makna Ubudiyah (Penghambaan)
Kemudian engkau bertanya kepadaku tentang ubudiyah (penghambaan), yang terdiri dari tiga hal:
- Menjaga perintah syariat.
- Ridha terhadap qadha (ketetapan Allah), qadar (takdir), dan pembagian rezeki-Nya.
- Meninggalkan keinginan diri sendiri untuk mencari ridha Allah Ta’ala.
معنى التوكل
وَسَأَلْتَنِي عَنِ التَّوَكُّلِ؛ وَهُوَ أَنْ تَسْتَحْكِمَ اعْتِقَادَكَ بِاللهِ تَعَالَى فِيمَا وَعَدَ.
وَمَعْنَاهُ: أَنْ تَعْتَقِدَ أَنَّ مَا قُدِّرَ لَكَ سَيَصِلُ إِلَيْكَ لَا مَحَالَةَ، وَإِنِ اجْتَهَدَ مَنْ فِي الْعَالَمِ عَلَى صَرْفِهِ عَنْكَ.
وَمَا لَمْ يُكْتَبْ لَكَ، لَنْ يَصِلَ إِلَيْكَ،١ وَإِنْ سَاعَدَكَ جَمِيعُ الْعَالَمِ.
Makna Tawakkal
Engkau juga bertanya kepadaku tentang tawakkal; yaitu mengokohkan keyakinanmu kepada Allah Ta’ala dalam apa yang telah Dia janjikan.
Maksudnya adalah:
- Yakini bahwa apa yang telah ditetapkan untukmu pasti akan sampai kepadamu, meskipun seluruh makhluk di dunia berusaha menghalanginya.
- Dan apa yang tidak ditetapkan untukmu tidak akan pernah sampai kepadamu, meskipun seluruh makhluk di dunia membantumu untuk mendapatkannya.
معنى الإخلاص
وَسَأَلْتَنِي عَنِ الإِخْلَاصِ؛ وَهُوَ: أَنْ تَكُونَ أَعْمَالُكَ كُلُّهَا لِلهِ تَعَالَى، لَا يَرْتَاحُ قَلْبُكَ بِمَحَامِدِ النَّاسِ، وَلَا تَأْسَى بِمَذَامِّهِمْ.
وَاعْلَمْ: أَنَّ الرِّيَاءَ يَتَوَلَّدُ مِنْ تَعْظِيمِ الْخَلْقِ.
Makna Ikhlas
Engkau juga bertanya kepadaku tentang ikhlas; yaitu segala amal perbuatanmu dilakukan hanya untuk Allah Ta’ala.
- Janganlah hatimu bergantung pada pujian manusia.
- Jangan pula bersedih karena celaan mereka.
Ketahuilah bahwa riya (pamer dalam ibadah) lahir dari mengagungkan makhluk.
علاج الرياء
وَعِلَاجُهُ: أَنْ تَرَاهُمْ مُسَخَّرِي تَحْتَ قُدْرَةِ،٢ وَتَحْسَبَهُمْ كَالْجَمَادَاتِ فِي عَدَمِ قُدْرَتِهِمْ عَلَى إِيصَالِ الرَّاحَةِ وَالْمَشَقَّةِ.
لِتَخْلُصَ مِنْ مُرَاءَاتِهِمْ.٣
وَمَتَى تَحْسَبْهُمْ ذَوِي قُدْرَةٍ وَإِرَادَةٍ، لَنْ يَبْعُدَ عَنْكَ الرِّيَاءُ.
Cara Mengobati Riya
Adapun obat dari riya adalah:
- Melihat makhluk sebagai pihak yang tunduk di bawah kekuasaan Allah.
- Anggaplah mereka seperti benda mati yang tidak memiliki kekuatan untuk memberikan manfaat atau menimbulkan mudarat.
Dengan begitu, engkau akan terbebas dari pamer terhadap mereka.
Namun, jika engkau tetap menganggap mereka memiliki kekuatan dan kehendak, maka riya tidak akan pernah menjauh darimu.
—
Catatan kaki:
- Dalam (huruf د، ز) disebutkan, “Tidak akan sampai kepadamu.”
- Artinya: Mereka (makhluk) adalah makhluk yang tunduk dan patuh di bawah kekuasaan serta keagungan Allah Ta’ala. Lihat kitab “Ayyuhal Akh” (hal. 58).
- Artinya: Agar engkau terbebas dari mencari perhatian makhluk terhadap amalmu demi mendapatkan pujian mereka. Lihat kitab “Ayyuhal Akh” (hal. 58).
