• Website Resmi MWC NU Kapanewon Berbah
Kamis Pon, 03 September 2026
Waktu Sholat di

Berita
02. Celaka Yang Berkepala Batu dan Berhati Keras || Ngaji Tafsir 7 Surat Haa Miiim || Tafsir QS. Ghafir 10-15

02. Celaka Yang Berkepala Batu dan Berhati Keras || Ngaji Tafsir 7 Surat Haa Miiim || Tafsir QS. Ghafir 10-15
Bagikan

Berbah, Sleman – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1446 H, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kapanewon Berbah kembali menggelar pengajian rutin. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Rais Syuriah MWC NU Berbah dan bertempat di Majelis Ya Badi’, yang berlokasi di Kampung Cangakan, Baran, Kalitirto, Berbah, Sleman, DIY.

Pengajian ini merupakan bagian dari Ngaji Tafsir 7 Surat Ha Mim, dengan fokus kajian pada Surah Ghafir (40): Ayat 10-15.

Tanda-tanda Kekuasaan Allah dan Hanya yang Mau Kembali yang Mengambil Pelajaran

Pada kajian ini, dibahas makna mendalam dari ayat هُوَ الَّذِيْ يُرِيْكُمْ اٰيٰتِهٖ وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ رِزْقًاۗ وَمَا يَتَذَكَّرُ اِلَّا مَنْ يُّنِيْبُ ۝١٣

“Dialah yang memperlihatkan tanda-tanda (kekuasaan)-Nya kepadamu dan menurunkan rezeki dari langit untukmu. Yang mendapat pelajaran tidak lain, kecuali orang-orang yang kembali (kepada Allah).”

Dalam tafsirnya, Imam Al-Qusyairi menjelaskan bahwa Allah menunjukkan tanda-tanda-Nya melalui berbagai aspek:

  • Kemurahan-Nya ketika Dia berlemah lembut kepada manusia,
  • Kekuasaan-Nya melalui ujian yang membuka tabir kehidupan,
  • Ampunan-Nya bagi mereka yang bertaubat,
  • Keagungan-Nya yang membuat manusia sadar akan kelemahan diri,
  • Keindahan-Nya yang dapat dirasakan oleh orang-orang yang kembali dan patuh kepada-Nya.

“وَيُنَزِّلُ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ رِزْقًا” لِأَبْدَانِكُمْ وَهُوَ تَوْفِيقُ الْمُجَاهَدَاتِ، وَلِقُلُوبِكُمْ وَهُوَ تَحْقِيقُ الْمُشَاهَدَاتِ، (وَلِأَسْرَارِكُمْ وَهُوَ فُنُونُ الْمَوَاصَلَاتِ وَالزِّيَادَاتِ)

Allah tidak hanya menurunkan rezeki dalam bentuk materi, tetapi juga dalam bentuk bimbingan spiritual bagi mereka yang mau berjuang dalam kebaikan (mujahadah), mencari kesadaran ilahiah (musyahadah), serta membangun hubungan mendalam dengan-Nya.

Namun, dalam ayat ini juga terdapat peringatan tegas. Hanya mereka yang benar-benar kembali kepada Allah yang bisa mengambil pelajaran. Imam Al-Qusyairi menggambarkan mereka yang berhati keras sebagai orang yang:

“يَرْجِعُ مِنَ الْعَادَةِ إِلَى الْعِبَادَةِ، وَمِنَ الشَّكِّ إِلَى الْيَقِينِ، وَمِنَ الْخَلْقِ إِلَى الْحَقِّ، وَمِنَ الْجَهْلِ إِلَى الْعِلْمِ، وَمِنَ النُّكْرَةِ إِلَى الْعِرْفَانِ”

“Yaitu mereka yang kembali dari kebiasaan buruk kepada ibadah, dari keraguan kepada keyakinan, dari makhluk kepada Kebenaran (Allah), dari kebodohan kepada ilmu, dan dari keterasingan kepada makrifat.”

Sebaliknya, orang yang berkepala batu dan berhati keras akan sulit memahami petunjuk Allah, karena mereka enggan kembali dan lebih memilih jalan kebinasaan.

Semangat Jamaah dan Manfaat Pengajian

Pengajian ini mendapat respons positif dari para jamaah. Mereka mengaku semakin terdorong untuk merenungkan makna kehidupan dan memperbaiki diri selama bulan suci Ramadhan.

“Kajian ini menyadarkan kita bahwa sekeras apa pun hati kita, selalu ada jalan kembali kepada Allah. Tapi jika kita tetap keras kepala, maka celakalah kita,” ujar salah satu peserta.

Dengan adanya kajian ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya tafsir Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk melembutkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah.

Rekaman video dapat diakses di https://youtu.be/IWT4YbdrfgU

Wallohu A’lam, semoga bermanfaat. Amin.


SebelumnyaNU Ramadan Activities in the Berbah District, Sleman, DIYSesudahnyaRutinan Selapanan Majelis Rabo Legi MWC NU Berbah Saat Bulan Ramadhan
Tidak ada komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *