Berita#SantriMemanggil #NUDIY
Latar Belakang #SantriMemanggil #NUDIY
Pada hari Rabu, 23 Oktober 2024, sekitar pukul 21.20 WIB, terjadi insiden pengeroyokan dan penusukan di warung sate Madura Cak Subah, yang terletak di depan toko Dewi Tara, Jl. Parangtritis, Kampung Mantrijeron, Kalurahan Mantrijeron, Kecamatan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Korban adalah dua santri pembimbing dari Pondok Pesantren Al-Fatimiah Krapyak, Bantul. Kedua korban diduga salah sasaran pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga dalam keadaan mabuk miras.
Kedua santri tersebut, Syafiq dan Aufal Marom, mengalami luka serius akibat serangan brutal tersebut; Syafiq terkena luka tusuk di perut sebelah kiri, sementara Aufal mengalami luka di tangan dan kaki akibat lemparan kaca.
Pada tanggal 24 Oktober 2024, Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Jam’iyyah Ta’lim Wal Mujahadah Padang Jagad, yang dibina Oleh KH. Chaidar Muhaimin mengecam aksi brutal yang terjadi di kawasan Prawirotaman tersebut, di mana dua santri menjadi korban salah sasaran dari aksi kekerasan oleh sekelompok orang yang diduga dalam kondisi mabuk.
Kejadian ini, menurut pihak pesantren Al-Munawwir Krapyak, menunjukkan semakin maraknya peredaran minuman keras (miras) yang meresahkan masyarakat dan sering kali berujung pada tindakan kriminal. Pondok Pesantren Al-Munawwir meminta aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas para pelaku. Mereka juga mengimbau pemerintah untuk memperketat regulasi terkait peredaran miras di Yogyakarta demi menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pernyataan sikapnya, pihak pesantren menyatakan beberapa tuntutan, antara lain agar penegak hukum bertindak cepat dan profesional dalam menyelesaikan kasus ini, serta melakukan langkah konkret untuk menghentikan peredaran miras. Mereka juga meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD DIY, dan lembaga-lembaga sosial untuk bersama-sama menjaga moral dan keamanan kota Yogyakarta.
Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak menekankan bahwa tindakan tegas terhadap peredaran miras dan kekerasan adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi para santri dan seluruh warga Yogyakarta.
Insya Allah, Selasa 29 Oktober 2024, PWNU DIY mengiinisiasi #SantriMemanggil sebagai mana flyer yang beredar. Semoga kegiatan ini lancar, damai, dan hasil maksud. Amin.

#SantriMemanggil
#NUDIY
